Hari 3 Jepang - One Day Trip to Shirakawa-go


Sebagai insan iklim tropis, kita penasaran banget sama yang namanya salju. Sepingin itu ke Shirakawa-go dan berharap saljunya masih tebal. Menurut kita, one-day-trip juga cukup kok, sangat cukup bahkan. Kecuali kalau penasaran pingin coba menginap di gassho zukuri (semacam rumah adat disana)

Jalur yang kita gunakan ke Shirakawa-go
Tōkyō - Toyama - Shirakawa-go - Kanazawa - Tōkyō 


Kita berangkat dari Tōkyō naik shinkansen ke Toyama (Kagayaki shinkansen) dengan JR Pass yang sudah kita activate dan reserve di hari sebelumnya (wajib nih). Kenapa harus reserve karena jalur yang ke Toyama ini memang reserve only. Reservenya tinggal ke counter JR Service Center dimanapun, kita sih waktu itu reserve di JR Service Center Tokyo Station, mudah kok tinggal minta tolong ke customer servicenya dan kita tentukan jadwal keretanya sendiri. Perhatikan jadwal yang dipilih ya karena berangkatnya passsss banget ga pake ngaret - ngaret.
Jadwal keberangkatan shinkansen, jadwal kita adalah 6:16
Tōkyō - Toyama makan waktu kira - kira 2.5 jam. Dari Tōkyō Station kereta berangkat jam 6:16 dan sampai di Toyama jam 8:26, sekitar 10 menit sebelum turun kita harus siap - siap dekat pintu kereta karena nanti berhentinya cuma sebentar banget ga sampe 10 menit.

Kita bisa sebetulnya berangkat lebih cepat ke Shirakawa naik bis yang 8:45 tapi karena kita udah book sebelumnya di Japan Bus Online untuk yang jam 10:30 dan ga bisa tuker jam, jadi beruntungnya kita punya waktu lebih untuk explore Toyama (selalu ada hikmahnya).
outside the Toyama Station
Hasil googling, keluar Toyama Station cukup jalan lurus sekitar 10 menit kita bisa mengunjungi Toyama Castle Park. Benar saja, memang dekat dan kita bisa keliling taman dan karena masih pagi jadi masih sepi. Untuk masuk castle nya bayar, jadi kita lihat saja dari luar. Tapi di sekeliling castle-nya ada taman zen zen juga bisa lah dipake foto - foto.
Matsukawa River
Sepanjang jalan ke Toyama Castle ini adalah salah satu spot cherry blossom yang dicari - cari, sayangnya masih belum muncul sakuranya waktu kita kesini. Termasuk di Matsukawa River, sakura semua.

Suka banget sama Toyama, kotanya masih sepi sunyi tapi nyaman banget. Mungkin kalau ada kesempatan kita bakal balik lagi. Sarapan masih menjadi masalah utama jadi akhirnya kita memutuskan untuk jajan di Lawson saja. Terima kasih Lawson :)

Jam 10 kita sudah kembali lagi ke Toyama Station, di halte untuk naik bus ke Shirakawa-go. Jam 10.15 bus sampai, kita cukup tunjukkan bukti pemesanan (harus di-print) daripada ribet ngomong ke supirnya. Untuk bangkunya, misalkan kita mau pindah kalau sepi diperbolehkan kok sama supirnya. Karena dari Toyama Station non stop ke Shirakawa-go. Yuhuuuu!

Toyama - Shirakawa-go makan waktu kurang lebih 1.5 jam, sepanjang jalan kita tidur karena udah berangkat dari jam 4 pagi dari rumahnya Lin Lin. Ngemil boleh sih, minum juga boleh. 15 menit sebelum sampai di terminal Shirakawa, sepanjang jalan udah norak celingak celinguk karena sudah ada salju.
Shirakawa-go Bus Terminal
Di terminal Shirakawa bisa juga titip koper tapi mungkin bayar ya. Anehnya di Shirakawa walaupun bersalju itu sejuk, kita bahkan buka jaket pakai kaos saja juga masih tidak kedinginan. Desanya itu dekat sekali dengan terminal, jalan 5 menit. 

Di desanya itu (Ogimachi), sepanjang jalan ramai sama toko souvenir dan restoran jadi jangan takut kelaparan. Spot foto yang lumayan ngetop itu di atas  bukitnya, jadi kita bisa lihat desa secara keseluruhan dari atas. Jalannya cukup nanjak kira - kira 15 menit. 
viewpoint of Shirakawa-go
Musti hati - hati ya sama salju, meskipun kelihatannya padat kalau diinjak ya ga sepadat itu haha. Kalau keperosok lumayan basah sih. Keliling desanya ini gratis, cuma kalau pingin masuk ke dalem rumahnya terus foto - foto di tempat yang agak sepi kita saranin untuk masuk Gassho-zukuri Minkaen a.k.a. Museum di Shirakawa karena kita bisa foto di air terjun, danau, dan karena berbayar fotonya bisa agak agak private. Oh iya bisa masuk juga ke dalem rumahnya, total ada 13 rumah yang bisa kita masukin. Aslinya itu kita bisa tuker ocha panas di dalem rumah nomor 11, sayangnya pas kita masuk kesana, Ibu ibunya kayak sok sibuk gitu, antara sibuk atau menghindar ya karena yang datang turis mancanegara terus dia bingung ngomongnya. 
Salah satu rumah adat gassho zukuri, tertimbun salju tebal
Salah satu rumah yang paling ngetop adalah Wada House yang katanya paling tua, tapi daripada bayar cuma masuk 1 rumah, mending masuk museumnya saja sekalian. 20 Maret 2017 saljunya masih cukup tumpe tumpe, bahkan sampai ada bagian yang kita tidak bisa lewat karena salju masih numpuk.
Jembatan yang membelah Sho-kawa River
Masuk ke area Gassho Zukuri Minkaen (Museum desa Shirakawa-go)
Di Gassho Zukuri Minkaen ini lebih indah pemandangannya, dan desanya pun lebih rapi
Walaupun sepanjang jalan banyak restoran, agak sulit menemukan harga yang pas dengan menu yang meyakinkan (baca: yang menunya bahasa Inggris) akhirnya kita makan di restoran pas di depannya museum, lupa namanya apa. Menunya adalah soba panas + beef bowl, lumayan ¥1500 bisa buat berdua walaupun kurang banyak katanya ya tapi cukuplah, minumnya ocha free flow. Terus sepanjang jalan balik ke terminal kita jajan jajan. Salah satunya fried dough ball yang ternyata lumayan cimil haha ¥160

Tidak terasa kita udah mengitari Shirakawa-go selama 3 jam. Di jam pulang, terminalnya lumayan penuh dan sama ketika berangkat kita mau naik di jam sebelumnya juga tidak boleh. Kalau sudah pesan jam kita ga boleh galau. Akhirnya kita naik bus ke Kanazawa di jam 16:25. Kenapa Kanazawa? Supaya kita bisa lihat - lihat lebih banyak kota di Jepang hihi. Jarak Shirakawa-go ke Kanazawa ini sekitar 1.5 jam.

Sekitar jam 17:50 kita sampai di Kanazawa Station, niatnya sih masih pingin jalan - jalan cuma jarak stasiun ke objek misalnya Kenrokuen (taman zen) cukup jauh kira - kira 25 menit jalan kaki. Jadi kita cuma keliling stasiun yang ternyata cukup besar juga dan kita putuskan untuk makan disana sekalian, makan udon lumayan sekitar ¥540 per porsi. Kanazawa Station ini entah kenapa sibuk sekali, dibandingkan Toyama Station pagi tadi.

Shinkansen kita ke Tōkyō berangkat jam 19:46 tapi kita kena delay! Akhirnya merasakan juga delay di Jepang, setelah kita puji - puji terus ketepatan waktunya. Delaynya katanya karena injured passenger, mungkin ada yang buru - buru terus kejepit mungkin ya. Kita akhirnya baru berangkat jam 20 an lewat dan sampai di Tōkyō sekitar jam 23 dan buru - buru naik kereta ke Nishi-Nippori karena servis berakhir di 24:00

Sampai rumah Ibu Lin Lin kita langsung tidur. Lumayan melelahkan juga one-day-trip faktor lama di jalan kali ya haha.

Tiket & Transportasi
  • Tōkyō - Toyama JR Pass reserved seat only shinkansen
  • Toyama - Shirakawa-go Nohi Bus ¥1700/ IDR 205,700
  • Shirakawa-go - Kanazawa Nohi Bus ¥1850/ IDR 223,850
  • Kanazawa - Tōkyō JR Pass reserved seat only shinkansen
  • Explore Shirakawa-go jalan kaki aja
  • Masuk ke Gassho-zukuri Minkaen Museum ¥600
Tips
  • Baiknya sih tiket Bus pulang pergi Shirakawa dipesan dulu sebelum berangkat (dari Indonesia) dan jangan lupa di print ya, jadi ketika naik di terminal disana cukup ditunjukan print out tiketnya ke supir Bus.
  • Pastikan JR Pass sudah aktif dan reserve tiket shinkansen sebelumnya, dan perhatikan pula waktunya karena ga bisa ganti jadwal.
  • 3 jam di Shirakawa-go sudah lebih dari cukup kok untuk eksplorasi seluruh tempatnya, jadi pesan tiket Bus pulangnya jangan terlalu sore/malam (kecuali penasaran dengan suasana malam disini)
  • Pastikan bawa uang cash cukup, karena selama di Shirakawa-go kita belum menemukan ATM

Baca cerita lengkap liburan kita di Jepang !!!

#inklocita #inkwent #japan

\Yantra


Benar benar percobaan pertama kita untuk buat foto dan post tentang OOTD. Setelah di-post, baru sadar oh fotonya kedikitan yaa, oh anglenya juga kurang banyak. 

Kenapa \Yantra? 
Yantra itu bahasa sanksekerta dari garis (dari kaos yang garis - garis ini). Kalau garis miringnya itu iseng, supaya khas a la Inklocita. Terakhir, pakaian itu citra, menggambarkanmu walau tanpa kata.





Foto diambil di Art1: Museum

Jilbab: Pasar Anyar Bogor. Kaos: Comme des Garçons Play.
Celana: Uniqlo. Sepatu: Kloom. Tas: Bonia. Kalung: Krisna Bali.

#inklocita #inkstyle #jakarta

Hari 2 Jepang - Susahnya Cari Sarapan di Tōkyō


Baca cerita lengkap liburan kita di Jepang !!!

Hari ini kita super duper semangat

Dimulai dengan bangun jam 4:30, grabag grubug mandi di kamar mandi yang super compact. Kita menyusuri Tōkyō dari sisi timur, kenapa? karena jalurnya enak, khususnya enak di jalur keretanya supaya ga bolak balik. Kita berangkat jam 5:30 dan Bunkyō waktu itu dingin sekali.
Kata accuweather sih 7 derajat, tapi aslinya lebih dingin 


Ueno
Muter-muter dulu di Ueno Station
Dari Nishi-nippori station, kita naik metro subway ke Ueno Park. Rencananya sekalian cari sarapan di Ueno. Ternyata jam 6 di Ueno belum ada apa - apa yang buka, ga seperti taman Menteng kalo pagi - pagi ada bakpao atau bubur atau nasi uduk. Disini sepi, restoran juga belum buka dan kalo sarapan Lawson kayaknya gagal banget gitu haaha. Enaknya sepi, jadi bisa foto - foto. Dan, kita lihat sakura yang mulai mekar di Ueno Park!!!
Hanami di Ueno Park
Ada banyak yang bisa kita kunjungi di Ueno Park tapi kita masuk ke yang gratis gratis aja. Bye Ueno Zoo. Jadi kita ke Kan'ei-ji Temple, Gojōten-jinja (ada torii orange kayak di Fushimi Inari), Shinobazu Pond, Kannondō, Tōshō-gū, yang sayangnya masih tutup. Rata - rata kalau museum seperti, Tōkyō Metropolitan Museum baru buka jam 9 jadi kita numpang lewat aja haha.
Ueno Park
Gojoten-Jinja
Kan'ei Ji 
Kannondo
Menyusuri Ameyoko Shopping Street, perut tetap keroncongan karena masih tutup semua. Jadi perjalanan kita lanjutkan ke Asakusa

Asakusa
Pencarian mencari sarapan belum berakhir, pokoknya budget sekali makan paling mahal itu ¥500 dan akhirnya kita menemukan restoran kecil di samping kiri stasiun Asakusa. Sudah siap memesan paket ¥650 berdua, ternyata eng ing eng, babi semua. Mohon maaf Ibu, kita melipir.

Kasih foto aja kali ya Senso-ji, The famous Kaminarimon (ini si gerbangnya itu). 
Kaminarimon
Nakamise-doori sayang sekali masih tutup jadi masih belum bisa jajan apa - apa. Toko pun buka jam 9, kita turis terlalu semangat, pagi buta udah keluar rumah. Dari sini, kita mau menuju Tōkyō Skytree. Dari Stasiun Asakusa nyambung lagi ke stasiun khusus Tōkyō Skytree. Ternyata ke Tōkyō Skytree, keretanya itu beda jadi harus beli tiket kereta PP plus beli tiket masuk. Goodbye Tōkyō Skytree, kita pandang saja dari kejauhan yaa...

Kita berlanjut mencari sarapan.

Chiyoda
Pemberhentian pertama adalah, Tōkyō Station, yang memang benar seluas itu. Kita mencari JR Service Center untuk aktivasi JR Pass dan reserve seat Shinkansen ke Shirakawa-go (link kalau udah ada). Lokasinya ada di JR Gate, tepatnya di sebelah kanan. Kita tadinya kira pesannya itu lewat mesin, oh ternyata di dalem Service Center. Bisa dilayani dengan bahasa Inggris kok dan di dalem isinya orang asing semua yang mau aktivasi JR Pass.
Tokyo Station
Kita mau ke Imperial Palace, masih berusaha cari sarapan. Tadinya mau langsung jalan kaki dari Tōkyō Station tapi ternyata jauh banget, akhirnya kita naik subway lagi ke stasiun Otemachi, dari sana jauh lebih dekat. Kalau pakai metro subway sekalian download aplikasi Tokyo Metro Subway Navigation for iOS yang bisa kasih tau sampai exit terdekat menuju landmark yang dimaksud.

Akhirnya nemu makanan di refreshment site di Imperial Palace, es krim. Entah karena laper atau karena emang enak, ini es krim morinaga enaknya pake banget. Super creamy! Ternyata banyak yang piknik disini, cuma sakuranya masih sepi.

Tsukiji
Kepala Tuna
Penasaran sama fish market-nya dan akhirnya kita makan siang disini, coba sushi dan hidangan laut sana sini terus beli minum di fending machine. Semua serba antri. Ada restoran sushi yang terkenal tapi kalau harus ngantri, kita kayaknya bisa pingsan. Jadi ini yang kita coba di Tsukiji:

Sushi Platter (isinya tuna) - ¥1280

Sushi Omelette - ¥500

Scallop - ¥300

Tropica Juice - ¥130
Sweet Omellete - ¥100

Kalau di-list seperti tidak banyak ya, tapi kita kekenyangan banget loh ini. Kita keliling Pasar Tsukiji sampai dua puteran dan sudah tidak sanggup makan lagi. Jadi kita lanjut ke Ginza.

Ginza
Menarik sekali, Ginza di hari Minggu itu car free day kayaknya. Karena jalanan ditutup dan orang - orang bebas banget nyebrangnya, untuk mengurangi kemacetan mungkin ya. Kita mampir ke toko mainan, Hakuhinkan Store, cukup lengkap tokonya, ada Wonka Bar yang tidak jadi kita beli. Toko - toko di Ginza itu seperti toko - toko di Plaza Senayan. Dan kita juga mampir ke Apple Store! FYI iPhone 7 jauh lebih murah lho dibandingkan di Jakarta. Setelah tidak ada toko lagi yang ingin dikunjungi, kita lanjut ke Akihabara.
Ginza

Akihabara
Akihabara
Ternyata di Akihabara, car free day juga. Jalanan lengang dan seru untuk foto - foto. Kita penasaran sama Gundam Cafe, yang ternyata antrinya pake banget. Ngintip dari toko merchandisenya, dalemnya biasa aja, kayak cafe normal, pelayannya juga orang, kirain gundam. Sebelah Gundam Cafe ada AKB 48 Store, yang serem ada Bapak bapak beli pin up personil AKB. Bapak bapak loh, ternyata demen juga. Kurang afdol kalau kita ga mampir ke Yodobashi, toko elektronik serba ada, mulai dari kamera sampai topi aja ada disini. Kita lagi cari snorestopper untuk Ayah, sayangnya belum ketemu dan belum kepikiran mau beli Nintedo Switch yang sold out di seluruh Jepang. Karena sudah mulai sore, kita cepat - cepat mau ke Disneysea!!!

Disneysea

Sayangnya metro subway tidak bisa cover kereta ke Disney Resort, jadi kita harus beli lagi tiket JR ke Maihama Station (¥220). Cukup pusing juga beli tiket di ticket machine, tapi bisa pilih bahasa inggris kok. Dari Maihama ke Disneysea lanjut naik Disney Resort Line (¥260). Kita kira kita bisa jalan kaki, tapi jauh ternyata dan memang jalurnya harus naik kereta. Tiket Disneysea kita beli langsung di loket, kita beli tiketnya yang Starlight Passport yang berlaku setelah jam 16. Karena hari itu hari Minggu, semua serba antri. Happiest place on earth happens to be to most queuing place on earth!!! Penuuuuh banget Disneysea dan sedihnya batere kamera udah abis hiks, jadi fotonya pake hp aja dan GoPro deh. Kita cuma sempat naik 1 wahana yaitu Aquatopia dan ketika berusaha cari makanan. Antrinya ga kalah panjang sama antri wahana. Akhirnya kita makan burger di Cape Cod Cook Off. Setelah itu kita antri nonton Kembang Api, salah satu hal yang tidak boleh dilewatkan di Disneysea/ Disneyland. Kalau di Disneysea, sebelum kembang api akan ada parade di tengah lautnya itu. Setelah itu kita pulaaang!
Disney Sea
Jadi lumayan padat kan itinerary Hari 1 di Tōkyō. Jam 5:30 keluar sampai rumah lagi 22:30 siap siap ke Shirakawa-go!!!

Baca cerita lengkap liburan kita di Jepang !!!

#inklocita #inkwent #japan

Hari 1 Jepang - Tiba di Tōkyō


Baca cerita lengkap liburan kita di Jepang

Penasaran kenapa kita nulisnya Tōkyō? Karena setiap pengumuman di kereta itu ngomongnya gitu Toookkyooo. Coba ya nanti kalian dengerin hehehe~

Kita semangat banget berangkat ke Jepang, kita udah sampai di aiport jam 3:30 padahal boarding masih sekitar 2 jam lagi. Buat kalian yang punya kartu kredit BCA, jangan sampai ga dipakai nih. Di setiap gerai Starbucks di terminal keberangkatan, kita bisa dapat kopi seharga 1 rupiah. Lumayan banget kaaaannn

Perjalanan Cengkareng - Narita memakan waktu sekitar 7 jam. Apa yang dilakukan? Makan - tidur - nonton - bercanda - tidur lagi. Hal yang pertama cukup bikin deg - deg an adalah aduh dingin ga ya di Tōkyō? dan ternyata cukup dingin.
Inilah tampilan menu makan siang kami dari ANA
Jangan lupa untuk setiap orang yang mau masuk Jepang harus isi Arrival + Custom Card
Kita kira ga perlu isi apa - apa jadi kita ngelenggang aja, ternyata pas udah hampir sampai loket kita harus isi kartu tadi jadi kita keluar antrian yang cukup panjang lalu masuk lagi. Untuk Custom card nya 1 keluarga cukup 1 aja. 

Keluar dari gate imigrasi dan cukai kita langsung keluarin amunisi kita, yakni pocket Wi-Fi supaya tidak tersesat dan keluarin pertiketan yang mau ditukar. Keluar dari gate imigrasi kita turun dengan eskalator ke-bawah dan sampai di Skyliner center dan langsung tuker tiket dan buru - buru naik kereta ke Nippori, stasiun terdekat dari rumah Ibu Lin - Lin (Airbnb yang kita sewa).

Setelah naro tas kita langsung bergegas ke Shibuya. First stop, tentu saja Patung Hachiko. Belum ke Shibuya kalau belum foto disini. Enaknya, yang mau foto antri dengan sopan.


Makan malam di tempat makan yang lagi hits banget di Tokyo, Gyukatsu Motomura Shibuya, tempatnya ini agak terpencil dan memang pintu masuknya kecil. Kita sampai disini jam 8 malam, antri sekitar 1 jam, baru akhirnya memuaskan dahaga. Seporsi gyukatsu tanpa yam (kentang ditumbuk gitu) harganya ¥1300 dan nasinya bisa nambah satu kali. Mohon maaf yaa kalau fotonya blur, udah kelaperan banget soalnya. Cara makan gyukatsu adalah, dicelup ke saus nya baru nanti kita panaskan di semacam kayak tungku kecil yang disediakan. Setelah makan kita bergegas keluar, kasian soalnya sama yang lagi ngantri. Laper, kedinginan pula.

Setelah makan kita langsung kembali ke Shibuya, sayangnya toko - toko sudah tutup semua. Rata - rata toko di Tōkyō ini tutup jam 21:00. Sedih :( secara kalau di Jakarta, mall malem minggu tutup jam 23:00. Karena toko - toko sudah mulai tutup, kita akhirnya nyebrang di Shibuya Crossing 2x kemudian photo box!

Photo box itu cukup fenomenal di Tōkyō karena 1 toko bisa memuat ± 15 booth. Kita pilih frame dan filter yang paling alay. Antara alay dan kawaii beda dikit yaa. Banyak loh yang niat full make up dan pakai kostum segala buat foto.

Karena sudah tutup semua dan bingung mau kemana lagi akhirnya kita kembali ke rumah Bu Lin - Lin untuk beristirahat. See you in Day 2 in Japan :)

Baca cerita lengkap liburan kita di Jepang !!!

#inklocita #inkwent #japan