Hari 2 Jepang - Susahnya Cari Sarapan di Tōkyō


Baca cerita lengkap liburan kita di Jepang !!!

Hari ini kita super duper semangat

Dimulai dengan bangun jam 4:30, grabag grubug mandi di kamar mandi yang super compact. Kita menyusuri Tōkyō dari sisi timur, kenapa? karena jalurnya enak, khususnya enak di jalur keretanya supaya ga bolak balik. Kita berangkat jam 5:30 dan Bunkyō waktu itu dingin sekali.
Kata accuweather sih 7 derajat, tapi aslinya lebih dingin 


Ueno
Muter-muter dulu di Ueno Station
Dari Nishi-nippori station, kita naik metro subway ke Ueno Park. Rencananya sekalian cari sarapan di Ueno. Ternyata jam 6 di Ueno belum ada apa - apa yang buka, ga seperti taman Menteng kalo pagi - pagi ada bakpao atau bubur atau nasi uduk. Disini sepi, restoran juga belum buka dan kalo sarapan Lawson kayaknya gagal banget gitu haaha. Enaknya sepi, jadi bisa foto - foto. Dan, kita lihat sakura yang mulai mekar di Ueno Park!!!
Hanami di Ueno Park
Ada banyak yang bisa kita kunjungi di Ueno Park tapi kita masuk ke yang gratis gratis aja. Bye Ueno Zoo. Jadi kita ke Kan'ei-ji Temple, Gojōten-jinja (ada torii orange kayak di Fushimi Inari), Shinobazu Pond, Kannondō, Tōshō-gū, yang sayangnya masih tutup. Rata - rata kalau museum seperti, Tōkyō Metropolitan Museum baru buka jam 9 jadi kita numpang lewat aja haha.
Ueno Park
Gojoten-Jinja
Kan'ei Ji 
Kannondo
Menyusuri Ameyoko Shopping Street, perut tetap keroncongan karena masih tutup semua. Jadi perjalanan kita lanjutkan ke Asakusa

Asakusa
Pencarian mencari sarapan belum berakhir, pokoknya budget sekali makan paling mahal itu ¥500 dan akhirnya kita menemukan restoran kecil di samping kiri stasiun Asakusa. Sudah siap memesan paket ¥650 berdua, ternyata eng ing eng, babi semua. Mohon maaf Ibu, kita melipir.

Kasih foto aja kali ya Senso-ji, The famous Kaminarimon (ini si gerbangnya itu). 
Kaminarimon
Nakamise-doori sayang sekali masih tutup jadi masih belum bisa jajan apa - apa. Toko pun buka jam 9, kita turis terlalu semangat, pagi buta udah keluar rumah. Dari sini, kita mau menuju Tōkyō Skytree. Dari Stasiun Asakusa nyambung lagi ke stasiun khusus Tōkyō Skytree. Ternyata ke Tōkyō Skytree, keretanya itu beda jadi harus beli tiket kereta PP plus beli tiket masuk. Goodbye Tōkyō Skytree, kita pandang saja dari kejauhan yaa...

Kita berlanjut mencari sarapan.

Chiyoda
Pemberhentian pertama adalah, Tōkyō Station, yang memang benar seluas itu. Kita mencari JR Service Center untuk aktivasi JR Pass dan reserve seat Shinkansen ke Shirakawa-go (link kalau udah ada). Lokasinya ada di JR Gate, tepatnya di sebelah kanan. Kita tadinya kira pesannya itu lewat mesin, oh ternyata di dalem Service Center. Bisa dilayani dengan bahasa Inggris kok dan di dalem isinya orang asing semua yang mau aktivasi JR Pass.
Tokyo Station
Kita mau ke Imperial Palace, masih berusaha cari sarapan. Tadinya mau langsung jalan kaki dari Tōkyō Station tapi ternyata jauh banget, akhirnya kita naik subway lagi ke stasiun Otemachi, dari sana jauh lebih dekat. Kalau pakai metro subway sekalian download aplikasi Tokyo Metro Subway Navigation for iOS yang bisa kasih tau sampai exit terdekat menuju landmark yang dimaksud.

Akhirnya nemu makanan di refreshment site di Imperial Palace, es krim. Entah karena laper atau karena emang enak, ini es krim morinaga enaknya pake banget. Super creamy! Ternyata banyak yang piknik disini, cuma sakuranya masih sepi.

Tsukiji
Kepala Tuna
Penasaran sama fish market-nya dan akhirnya kita makan siang disini, coba sushi dan hidangan laut sana sini terus beli minum di fending machine. Semua serba antri. Ada restoran sushi yang terkenal tapi kalau harus ngantri, kita kayaknya bisa pingsan. Jadi ini yang kita coba di Tsukiji:
Sushi Platter (isinya tuna) - ¥1280

Sushi Omelette - ¥500

Scallop - ¥300

Minum Tropica - ¥130
Omellete Manis (antri parah, ternyata rasanya biasa aja) - ¥100

Kalau di-list seperti tidak banyak ya, tapi kita kekenyangan banget loh ini. Kita keliling Pasar Tsukiji sampai dua puteran dan sudah tidak sanggup makan lagi. Jadi kita lanjut ke Ginza.

Ginza
Menarik sekali, Ginza di hari Minggu itu car free day kayaknya. Karena jalanan ditutup dan orang - orang bebas banget nyebrangnya, untuk mengurangi kemacetan mungkin ya. Kita mampir ke toko mainan, Hakuhinkan Store, cukup lengkap tokonya, ada Wonka Bar yang tidak jadi kita beli. Toko - toko di Ginza itu seperti toko - toko di Plaza Senayan. Dan kita juga mampir ke Apple Store! FYI iPhone 7 jauh lebih murah lho dibandingkan di Jakarta. Setelah tidak ada toko lagi yang ingin dikunjungi, kita lanjut ke Akihabara.
Ginza

Akihabara
Akihabara
Ternyata di Akihabara, car free day juga. Jalanan lengang dan seru untuk foto - foto. Kita penasaran sama Gundam Cafe, yang ternyata antrinya pake banget. Ngintip dari toko merchandisenya, dalemnya biasa aja, kayak cafe normal, pelayannya juga orang, kirain gundam. Sebelah Gundam Cafe ada AKB 48 Store, yang serem ada Bapak bapak beli pin up personil AKB. Bapak bapak loh, ternyata demen juga. Kurang afdol kalau kita ga mampir ke Yodobashi, toko elektronik serba ada, mulai dari kamera sampai topi aja ada disini. Kita lagi cari snorestopper untuk Ayah, sayangnya belum ketemu dan belum kepikiran mau beli Nintedo Switch yang sold out di seluruh Jepang. Karena sudah mulai sore, kita cepat - cepat mau ke Disneysea!!!

Disneysea

Sayangnya metro subway tidak bisa cover kereta ke Disney Resort, jadi kita harus beli lagi tiket JR ke Maihama Station (¥220). Cukup pusing juga beli tiket di ticket machine, tapi bisa pilih bahasa inggris kok. Dari Maihama ke Disneysea lanjut naik Disney Resort Line (¥260). Kita kira kita bisa jalan kaki, tapi jauh ternyata dan memang jalurnya harus naik kereta. Tiket Disneysea kita beli langsung di loket, kita beli tiketnya yang Starlight Passport yang berlaku setelah jam 16. Karena hari itu hari Minggu, semua serba antri. Happiest place on earth happens to be to most queuing place on earth!!! Penuuuuh banget Disneysea dan sedihnya batere kamera udah abis hiks, jadi fotonya pake hp aja deh dan gopro. Kita cuma sempat naik 1 wahana yaitu Aquatopia dan ketika berusaha cari makanan. Antrinya ga kalah panjang sama antri wahana. Akhirnya kita makan burger di Cape Cod Cook Off. Setelah itu kita antri nonton Kembang Api, salah satu hal yang tidak boleh dilewatkan di Disneysea/ Disneyland. Kalau di Disneysea, sebelum kembang api akan ada parade di tengah lautnya itu. Setelah itu kita pulaaang!
Disney Sea
Jadi lumayan padat kan itinerary Hari 1 di Tōkyō. Jam 5:30 keluar sampai rumah lagi 22:30 siap siap ke Shirakawa-go!!!

Baca cerita lengkap liburan kita di Jepang !!!

#inklocita #inkwent #japan

Hari 1 Jepang - Tiba di Tōkyō


Baca cerita lengkap liburan kita di Jepang

Penasaran kenapa kita nulisnya Tōkyō? Karena setiap pengumuman di kereta itu ngomongnya gitu Toookkyooo. Coba ya nanti kalian dengerin hehehe~

Kita semangat banget berangkat ke Jepang, kita udah sampai di aiport jam 3:30 padahal boarding masih sekitar 2 jam lagi. Buat kalian yang punya kartu kredit BCA, jangan sampai ga dipakai nih. Di setiap gerai Starbucks di terminal keberangkatan, kita bisa dapat kopi seharga 1 rupiah. Lumayan banget kaaaannn

Perjalanan Cengkareng - Narita memakan waktu sekitar 7 jam. Apa yang dilakukan? Makan - tidur - nonton - bercanda - tidur lagi. Hal yang pertama cukup bikin deg - deg an adalah aduh dingin ga ya di Tōkyō? dan ternyata cukup dingin.
Inilah tampilan menu makan siang kami dari ANA
Jangan lupa untuk setiap orang yang mau masuk Jepang harus isi Arrival + Custom Card
Kita kira ga perlu isi apa - apa jadi kita ngelenggang aja, ternyata pas udah hampir sampai loket kita harus isi kartu tadi jadi kita keluar antrian yang cukup panjang lalu masuk lagi. Untuk Custom card nya 1 keluarga cukup 1 aja. 

Keluar dari gate imigrasi dan cukai kita langsung keluarin amunisi kita, yakni pocket Wi-Fi supaya tidak tersesat dan keluarin pertiketan yang mau ditukar. Keluar dari gate imigrasi kita turun dengan eskalator ke-bawah dan sampai di Skyliner center dan langsung tuker tiket dan buru - buru naik kereta ke Nippori, stasiun terdekat dari rumah Ibu Lin - Lin (Airbnb yang kita sewa).

Setelah naro tas kita langsung bergegas ke Shibuya. First stop, tentu saja Patung Hachiko. Belum ke Shibuya kalau belum foto disini. Enaknya, yang mau foto antri dengan sopan.


Makan malam di tempat makan yang lagi hits banget di Tokyo, Gyukatsu Motomura Shibuya, tempatnya ini agak terpencil dan memang pintu masuknya kecil. Kita sampai disini jam 8 malam, antri sekitar 1 jam, baru akhirnya memuaskan dahaga. Seporsi gyukatsu tanpa yam (kentang ditumbuk gitu) harganya ¥1300 dan nasinya bisa nambah satu kali. Mohon maaf yaa kalau fotonya blur, udah kelaperan banget soalnya. Cara makan gyukatsu adalah, dicelup ke saus nya baru nanti kita panaskan di semacam kayak tungku kecil yang disediakan. Setelah makan kita bergegas keluar, kasian soalnya sama yang lagi ngantri. Laper, kedinginan pula.

Setelah makan kita langsung kembali ke Shibuya, sayangnya toko - toko sudah tutup semua. Rata - rata toko di Tōkyō ini tutup jam 21:00. Sedih :( secara kalau di Jakarta, mall malem minggu tutup jam 23:00. Karena toko - toko sudah mulai tutup, kita akhirnya nyebrang di Shibuya Crossing 2x kemudian photo box!

Photo box itu cukup fenomenal di Tōkyō karena 1 toko bisa memuat ± 15 booth. Kita pilih frame dan filter yang paling alay. Antara alay dan kawaii beda dikit yaa. Banyak loh yang niat full make up dan pakai kostum segala buat foto.

Karena sudah tutup semua dan bingung mau kemana lagi akhirnya kita kembali ke rumah Bu Lin - Lin untuk beristirahat. See you in Day 2 in Japan :)

Baca cerita lengkap liburan kita di Jepang !!!

#inklocita #inkwent #japan





Beli JR Pass dan Dapat Pocket Wi-Fi Gratis


Baca cerita lengkap liburan kita di Jepang !!!

Kita pilih beli dulu semuanya di Jakarta, supaya pas di Jepang ga ribet cari-cari dan buang-buang waktu. Kebayang kan, kendala di bahasa, cari lokasinya juga ga gampang. Maka dari itu kita beli semuanya di HIS Travel, HIS Gandaria City. Menurut kita HIS Gandaria City cukup besar soalnya disana ada native service (orang Jepang asli) jadi cabang besar lah.

Beli JR Pass di HIS bukan yang paling murah, hasil review sih yang lebih murah di Tripvisto atau Bobobobo tapi kalau beli JR Pass di HIS sewa modem-wifi nya bisa di-diskon dan bukti bayar JR Pass-nya bisa langsung diambil, ga perlu nunggu apalagi nunggu dikirim.

Jadi yang kita beli di HIS adalah...

JR Pass
Ingat yaa JR Pass ini cuma bisa dibeli diluar Jepang. Kita dapat di harga sekitar 3.5 Juta Rupiah. JR Pass 7 hari yang ordinary.  Ordinary ini maksudnya kita ga ada reserve kursi di keretanya nanti. Jangan lupa hitungan harinya yaa, 7 hari itu misal dari tanggal 20 Maret 2017 sampai tanggal 26 Maret 2017 pukul 24:00. Kita soalnya salah perhitungan, dikira sampai 27 Maret itu 7 hari haha. JR Pass ini bisa dipakai sampai ke Hokkaido loh, tapi kita ga sejauh itu sih haha. Bukti pembayaran JR ini nantinya akan ditukarkan ke JR Pass nya yang bentuknya seperti booklet. Ketika keluar masuk stasiun, kita masuk dari pintu yang paling kanan, yang ada penjaganya karena nanti JR Pass nya hanya diperlihatkan saja. Jadi jangan bingung kalau ada automatic gate.

Penukaran JR Pass bisa dilakukan di Narita Airport, Stasiun Tōkyō, Ueno, Shibuya, detailnya bisa dilihat di JR Pass Exchange Office. Saran kita, tukernya di Stasiun Tōkyō karena jauh lebih sepi dibandingkan di Narita Airport, ga antre bahkan. Jaga JR Pass dengan segenap jiwa raga ya karena kalau hilang gabisa re-issued. 

Tokyo Subway Pass + Skyliner One Way
Ada bundlingnya nih jadi jauh lebih murah. Tokyo Subway Pass 72-jam dengan Skyliner One Way kita dapat di harga 420 Ribu Rupiah yang kalau kita langsung di Stasiun Ueno jatuhnya di harga (Skyliner One Way) 255 Ribu Rupiah. Hitungan 72 jam yaa bukan hari, kalau aktivasi di 18 Maret 2017 pukul 19:00 bisa dipakai sampai 20 Maret 2017 pukul 18:00.

Penukaran Tokyo Subway Pass bisa dilakukan di Narita/ Haneda Airport dan stasiun - stasiun besar besar tapi pembelian-nya hanya bisa di agent aja, misal di HIS. Kita tukar Tokyo Subway Pass & Skyliner ini di Narita, ga antre kok. Tiket skyliner nya ini kecil dan pas masuk gate ditunggu sampai tiketnya keluar ya, jangan langsung ditinggal.

Tiket Universal Studio Japan (USJ)
Kita dapat di harga 890 Ribu Rupiah dan langsung dapat tiket masuk USJ nya. Disana ga perlu exchange lagi atau apapun, langsung antre masuk saja. Antre beli tiket di USJ itu asli panjang banget.

Sewa Pocket Wi-Fi
Karena kita udah belanja JR Pass, Tokyo Subway Pass, dan tiket Skyliner dan USJ, kita minta diskon garis keras. Jadi kita dapat free 5 hari loh. Total kita dapat di harga 535 Ribu Rupiah, atau 53 Ribu per harinya. Lebih murah daripada Wi-2-Fly. Kita harus deposit satu juta Rupiah yang nanti dikembalikan saat kita balikin pocket wi-finya FYI kalau di Wi-2-Fly, info dari teman pengembalian deposit makan waktu 14 hari kerja. Ambil bisa seminggu sebelum keberangkatan kalau pengembaliannya dua hari setelah kepulangan.

Enak kan sekali datang langsung bisa ke-beli semua. Buat yang males ribet, HIS oke banget sih, ditambah customer service nya cepat tanggap di Whatsapp.

Baca cerita lengkap liburan kita di Jepang !!!

#inkwent #inklocita #japan


Kita Kecewa, Instagram


Semenjak aktif di blog, kita kepikiran untuk meningkatkan popularitas via instagram. Lahirlah instagram kita awalnya dengan username @inklocita_ig. Aktif selama kurang lebih 4 hari tidak ada masalah berarti yang pernah kita alami. Followers lumayan cepat juga berdatangan, entah kenapa mungkin karena Instagram lagi hype banget akhir akhir ini jadi memang banyak user aktif disana plus ditambah banyak juga bot.

Untuk menambah followers dengan cepat, sehari bisa 100 followers, kita follow banyak account hits dalam waktu yang bersamaan lalu kita love semua post mereka bahkan ketika gambarnya belum ke-load, post nya udah kita love. Account instagram ini kita pakai di dua handphone jadi kebayang kecepatan dalam follow dan love.

Di hari ke-3 kita bisa dapat sekitar 180-an followers nih tapi mulai ada kendala. Kita gabisa tag orang lain, kecuali account kita sendiri. Yaudah gpp, kita tetep lanjut. Hari ke-4 kita bisa tag orang lain lagi, mantap. Nah, ketika kita lagi like like banyak dan comment seperti Awesome!!! Nice Pic! tiba - tiba layar handphone putih dan ada pop up your account has been disabled. Kita berusaha report ke Instagram tapi ga ada balasan. Akhirnya setelah introspeksi diri kita baru sadar bahwa kita telah melakukan hal yang dilanggar dalam peraturan pemakaian Instagram, spamming. Mohon maaf Instagram.


Kita kecewa, namun mohon maaf Instagram.

Sekarang instagram Inklocita tetap bisa di-view, love, follow di @inklocita_

#Inklocita

Mudahnya Apply Visa Jepang


Cerita lengkapnya ada di #inkwent to JAPAN

Setelah punya tiket dan tempat menginap, barulah kita bisa apply visa. Karena salah satu syaratnya harus sudah punya tiket penerbangan (tentunya) dan penginapan selama di Jepang. Kita memutuskan untuk membuat visa sendiri tanpa menggunakan biro jasa, ya itung-itung nambah pengalaman dan buat bisa diceritain ke orang lain.

Ada beberapa hal nih yang harus diingat, visa Jepang berlaku selama 3 bulan dan dapat digunakan selama 15 hari di Jepang. Pembuatan visa memakan waktu minimal 4 hari kerja. Kita kumpulin berkas di hari Jumat, 20 Januari 2017 kemudian visanya jadi Senin, 23 Januari 2017 tapi karena sibuk bekerja baru kita ambil hari Rabu-nya.

Semua informasi terkait pembuatan visa bisa dilihat di website Kedutaan Jepang, tapi tetap bakal kita ceritakan detail disini. Sesuai link diatas, kita akan buat Visa Kunjungan Sementara untuk Tujuan Wisata dengan Biaya Sendiri,  oh iya paspor yang kita pakai, adalah paspor biasa, BUKAN E-PASPOR.

Mengumpulkan Berkas
Loket untuk pengumpulan berkas pembuatan visa buka jam 8:45 sampai jam 12:00, tapi kita sudah mulai antri dari sekitar jam 7:30, antri-nya rapih kok karena disediakan kursi di depan pintu masuk. Tepat jam 8:45 kita dipesilahkan masuk. Jangan lupa siapkan KTP ya karena nantinya akan ditukarkan dengan gelang tanda masuk yang akan ditukar lagi saat keluar.

Di dalam kita ambil nomor antrian, kita pilih yang kategori A1 karena kalau yang lainnya itu untuk pemegang paspor Jepang. Oh iya jangan sampai bengong ya nunggunya, karena kalau nomornya dipanggil terus kelewat kita musti ambil nomor antrian baru lagi. Nah dan juga dari luar sampai dalem ruang tunggu ini kita ga diperbolehkan untuk foto-foto, jadi kita diem-diem aja anteng sambil nunggu.

Setelah menunggu sekitar 30 menit, nomor kita akhirnya dipanggil. Kalau memang perginya barengan bisa dititip kok, asalkan semu persyaratan sudah terpenuhi. Kita dilayani di 1 loket bareng-bareng. Kita lupa belum tanda tangan di paspor, di bagian paling belakang lalu akhirnya disuruh tanda tangan dulu. Pas di loketnya Mbak-nya nanya, ini ga ada bukti rekeningnya ya? dengan mantap kita jawab Ga Ada.
(soalnya kita pake surat keterangan kerja dari kantor BUMN, jadi rekening koran ga perlu).

Selesai semuanya kita tinggal pulang deh, untuk ambil visa-nya lagi kita dikasih potongan kertas. Ambilnya juga bisa dititipin kok, asalkan bukti penyerahannya itu (potongan kertas) dibawa. Menurut Mbak-nya prosesnya kurang lebih 4 hari kerja ya.

Pengambilan Visa
Loket untuk pengambilan visa dibuka jam 13:30 sampai 15:00 jadi yang mau ngambil jangan sampai telat ya. Aku ambil visa-nya sendiri karena dia sibuk kerja. Sama seperti pas pengumpulan berkas, kita akan tuker KTP untuk dikasih gelang. Selanjutnya ambil nomor antrian lagi dan tunggu dengan sabar. Yeee akhirnya paspor kita dibalikin dan udah ditempel stiker visa-nya. Jangan lupa ya bayar biaya-nya tunai sebesar Rp. 330 ribu

Gimana? mudah kan apply visa Jepang. Semoga artikel ini membantu kalian yang mau apply visa yaa. Buat yang e-Paspor maaf ya kita belum berpengalaman hehehe. 
Cerita lengkapnya ada di #inkwent to JAPAN !!!

#inklocita #inkwent #japan