Easy Money #4 : My Preloved on Prelo - Hariku Bersama Prelo


Adakah yang udah pernah coba jual barang second nya di Prelo? Bagi yang belum tau, Prelo ini adalah platform jual beli online barang preloved kesayangan kalian. Prelo mengedepankan keamanan dan kualitas, ada fitur garansi kalau barang yang kita nantinya terima ga sesuai dengan deskripsi Seller.

Baca juga yaa pengalaman jualan preloved di Tinkerlust, Carousell, dan OLX

Singkat cerita, aku tertarik banget nih untuk mencoba menjual beberapa barang bekas ku yang kualitasnya masih bagus namun jarang dipakai, so biar ga mubazir aku jual aja siapa tau banyak yang minat kan ya. Caranya gimana? ini ada di bawah. Sebelum liat caranya lebih baik kalian download dulu aplikasinya di App Store atau Google Play ya biar bisa langsung dipraktekin.

Cara upload jualan (di Prelo) itu pada umumnya sama dengan web/aplikasi jualan lainnya. Cukup mudah, cepat, dan bisa dilakukan via smartphone.
  1. Klik register dan lengkapi data - datanya (bisa juga log in dari facebook tapi aku pilih email aja)
  2. Verifikasi lewat email yang dikirimkan Prelo
  3. Klik gambar kamera (Jual) pilih gambar dari barang yang ingin dijual, masukkan nama dilengkapi dengan Kategori (aku isi Women - sepatu/ tas/ dll) Alasan jual, Kondisi (pilih Masih Baru (95 - 100% atau lainnya), Merek, Deskripsi (aku deskripsikan barangku yang dijual), Ongkos kirim (ditanggung penjual/ pembeli), Berat, dan Harga
  4. Sit back and relax and wait for your cash
Flow berbelanja di Prelo
Review
Ga seperti web jualan lainnya, di Prelo ada charge-nya nih sebesar 10%, jadi kalau barang preloved kalian laku kejual maka 90% masuk ke saldo kita sedangkan 10% nya untuk Prelo. Tapi ada trick nya kalau ga mau kena charge sebesar 10% tersebut kita tinggal connect social media kita (Instagram 3%, Facebook 4%, dan Twitter 3%) dan ketika kita post gambar setuju untuk di-share maka biaya 10% ini bisa hilang. Menarik sekali bukan.

Nah kalau yang males share di social media ada juga caranya nih, simple aja kita tinggal naikin harga barangnya haha, jadi 10% charge itu sudah kita masukan ke harga barang yang kita jual, biar pembeli yang bayar charge nya haha. Tapi kalau menurut saya sih ikut cara share di sosial media lebih menarik, selain dapet free biaya 10% tersebut kita juga sekalian promosi ke temen di social media kan.

Ya dalam beberapa menit saja, preloved ku sudah bisa kalian beli nih, untuk awal ini preloved yang aku jual ada Clarks Leather Ankle Boots second, Ciate Mini Blue Nail Polish second, dan Swatch Light Blue Watch second. Ayo yang minat boleh langsung ditawar aja sissy, diliat liat dulu nih gambarnya~

So far aplikasinya easy to use banget, user friendly lah buat Buyer maupun Seller pokoknya gampang banget deh pakainya.





Oh iya ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pemilihan gambar nih karena beberapa barangku sempat dinonaktifkan oleh Prelo, musti baca dengan baik nih panduannya. Pengalamanku ada dua barang yang dinonaktifkan.

Pengalaman
Ada pengalaman buruk juga sih, Swatch bekas-ku tiba - tiba dinonaktifkan karena dianggap bukan gambar asli. Cukup mengesalkan sih, emang salah yaa kalau gambar kita bagus? Ternyata kalau dibaca panduannya, watermarknya itu diminta pakai kertas, ga boleh langsung pakai apps editing. Karena kesal langsung ku email tim Prelo, diceritakan kalau itu gambar asli produk yang aku punya dan aku jual disini, dan akhirnya mereka mengerti dan mengaktifkan lagi barangku.

Menariknya respons dari tim Prelo itu cepet banget loh, ga sampai hitungan jam, paling telat 5 menit komplain kita sudah di respons oleh mereka.

Dan ada lagi Zara Leopard Platforms bekas ku ternyata dinonaktifkan juga. Aku cukup kesal sih, dua barang dinonaktifkan dalam waktu berdekatan! Kali ini katanya karena gambar utama kurang jelas. Jadi kalau ikutin di panduannya gambar utama itu harus memperlihatkan merek. Hal yang sama aku email ke tim Prelo, ga lama mereka aktifkan lagi barangku. Intinya seperti apa yang aku bilang baca dulu panduannya hehe. Aku sendiri ga baca sih makanya kena semprot dua kali oleh tim Prelo hehe maaf ya.

Flownya nih
  • Buyer bayar bisa via transfer/ kartu kredit
  • Prelo akan menyampaikan update setiap proses transaksi dengan notifikasi pada aplikasi
  • Seller kirim barang setelah mendapatkan notifikasi konfirmasi pembayaran, jangan lupa upload dan cantumkan nomor resi pengirimannya yaa
  • Buyer akan konfirmasi dan review barang setelah barang diperoleh
  • Baru deh uang kita (Seller) hasil pembayaran dari Buyer bisa cair ke rekening Prelo
  • Setelah itu bisa kita transfer ke rekening pribadi



Small Tips
Beberapa pengalamanku nih, supaya jual-beli di Prelo lebih lancar~
  • Deskripsi barang harus benar - benar tepat dan dimengerti oleh Buyer, misalkan ketika jual tas sudah tidak ada dust bagnya jangan lupa dicantumkan di deskripsi dan bilang ke Buyer kalau memang tidak ada dust bag-nya. Jadi ketika deal sudah benar - benar sepakat!
  • Pastikan foto kita terupload sesuai panduan, biar ga tiba-tiba dinonaktifkan
  • Kirim barang sesuai kesepakatan, misal ada perubahan Buyer request J&T kan kita cuma bisa kirim lewat JNE ya dikomunikasikan aja ke Buyer, karena tiap provider bisa beda tarifnya. Di aplikasi Prelo kita bisa pilih, kirim lewat provider yang kita pilih
  • Pencairan uang nih yang harus berhati-hati karena kita diminta untuk input nomor rekening nama dan Bank nya sendiri dan jangan sampai salah ya! Karena kalau salah kirim dan masuk rekening orang lain itu bukan tanggung jawab Prelo. Saran untuk Prelo mungkin bisa kali ya, ada pop up untuk konfirmasi nomor rekening jadi Seller bisa cek lagi nomor rekeningnya. Yang tanpa biaya admin cuma Mandiri dan BCA, selain itu kena biaya 6500, kalau BRI 1500
  • Customer service-nya hanya bisa dihubungi di Senin s.d. Jumat jam 09:00-18:00. Sayang sekali padahal aplikasi kan diakses bisa kapan saja ya. Semoga bisa jadi saran untuk Prelo kedepannya agar customer service seharusnya bisa setiap hari 24 jam hehe.
Semoga berhasil dan laris manis yaaa, boleh lhooo lihat lihat Preloved-ku juga siapa tau ada yang minat hehehe

Happy shopping and selling folks~

#inklocita #inklife

Easy Money #3 : Dua Kali Ketipu di OLX


Setelah mencoba jualan di Tinkerlust dan Carousell, ada yang ngerasa udah jago banget dagang online dan semangat mencoba platform - platform lain. Berhubung di TV, sering banget ada iklan OLX, jadi penasaran, dan pingin cobain rasanya jadi seller di OLX.

Cara upload listing/ iklan (di OLX) itu super duper mudah, kita bahkan tidak perlu buat account lagi
  1. Klik sign in dengan gmail atau facebook (aku pilih gmail)
  2. Verifikasi lewat email yang dikirimkan olx
  3. Klik gambar kamera (Jual) pilih gambar dari barang yang ingin dijual, masukkan judul dilengkapi dengan Kategori (aku isi Keperluan pribadi - Fashion Wanita - sepatu/ tas/ dll) dan Harga, Lokasi (pilih di petanya), No Telepon, dan Detail Tambahan (aku deskripsikan barangku yang dijual)
  4. Sit back and relax and wait for your cash
Jadi setiap iklan yang kita post di OLX akan dimoderasi dulu, baru nantinya iklan kita akan aktif dan muncul di tab aktif.

Dalam beberapa menit, dua iklanku sudah aktif, Clarks Leather Boots Size 40 dan Zara Leopard Platform Size 40. Ayo boleh ditawar agan - agan~

Dua jam kemudian, ada penawaran via whatsapp. Aku langsung semangat balas, aku cek di iklanku ada yang kontak di iklan Zara tapi di whatsapp dia tawar yang Clarks. Ga aku terlalu sadar sih dan lanjut tawar menawar. Si Agan ini nawar 500ribu dari harga 550ribu dan bersedia kasih ongkos kirim ke Lampung 50ribu. Oke aku senang dan langsung siap siap mau bungkus barangnya. Ketika dikonfirmasi mau transfer kapan dan kirim kapan, Si Agan balas tanya mau ditransfer kemana. Kusebutkanlah nomor dan nama rekening. 

Lanjut dialog di whatsapp yang agak seru:
  • Si Agan :  Agan udh pernah transaksi dri mandiri e cash
  • Aku : Udh gan
  • Si Agan : nanti agan terima uang saya langsung agan tarik pakai otp gan..langsung di atm mandiri..ntar saya ss bukti transfer saya ..di struk nya ada no otp gan.jadi agak carikan langsung di mandiri
  • Aku : Trf aja deh gan, lebih simpel 
  • Si Agan : *kirim tata cara transfer lewat mandiri ecash*
  • Si Agan : Iya gan saya tf nya ke rek agan.. tapi agan aktifkan dulu otp dananya gan bru uang saya bsa masuk gtu gan
  • Si Agan : Agan silahkan keatm sekarang
  • Si Agan : Ntar saya bantu klo agan udh diatm nya
  • Aku : *hahaha, modus nipu kayak gini udah marak dari tahun 2016, jadi baiknya Si Agan kita isengin aja*
  • Aku : Gan kalo nipu liat2 gan
  • Aku : Saya kerja di mandiri gan
  • Aku : Bisa saya laporin gan
  • Si Agan : Maksud nya agan ini apa gan
  • Aku : Gpp kalo gajadi beli gan
  • Si Agan : Ywdh gpp
  • Aku : Saya laporin ya gan ke polisi
  • Aku : Ga bisa dibiarin penipu kayak agan
  • Aku : Sebelum ada orang lain yg kena perangkap culun agan
  • Aku : oiya ini cara pake ecash gan
  • Aku : *aku copy yang dia bilang cara pake ecash 10x*
  • Aku : Gmn gan mana otpnya
  • Aku : Cpt gan udah di atm nih
  • Aku : Ngantri gan kesian orang belakang gan  
  • Aku : Gan potonya kok ilang gan
  • Aku : Gan belum selesai nipunya gan
  • Aku : Awas depan pintu gan ada temen ane
  • Si Agan : *block whatsappku dan semua whatsapp yang aku kirim jadi ceklis 1 doang*
Besoknya aku coba pasang iklan lagi Fossil Leather Wallet dan Swatch Light Blue Watch. Boleh silahkan dibeli loh, biar mengobati pedihnya hati yang kena tipu.

Belum iklan yang Swatch itu kupasang ada 30 menit, sudah ada nih Aganwati yang mencoba whatsapp untuk nawar. Dia langsung mau ambil gapake nawar, bersedia dikirim besok, dan langsung kasih alamat pengiriman. Aku langsung positive thinking dia mau beli lah ya. Ga lama, dia whatsapp lagi, mau ambil sekalian sama Zara. Siap gan! Aku sudah semangat sambil pikir siang ini mau aku bungkus dan uang hasil jualannya udah siap aku alokasikan buat beberapa kebutuhan. Dan karena mau dikirim besok, pembayarannya aku bilang bisa dilakukan besok, dan langsung kuinfo nomor dan nama rekening. Aku santai dan tiba tiba Aganwati kirim gambar

Lanjut dialog di whatsapp yang agak seru:
  • Aganwati :  *kirim bukti transfer fiktif lengkap dengan nama dan nomor rekeningku*
  • Aganwati : Ini bukti trf nya mbak
  • Aku : Nomernya beda gan sm yg dipake
  • Aganwati : No apa nya
  • Aku : No ecashnya
  • Aku : Mau nipu gan
  • Aku : Gada duit ya
  • Aku : Pagi2 udh nipu
  • Aku : Semalem temennya udah nipu juga gan
  • Aganwati : *block whatsappku dan semua whatsapp yang aku kirim jadi ceklis 1 doang*

Kesimpulanku dari pasang iklan di OLX lebih banyak harus waspadanya karena penipuan gampang banget dilakukan dengan menghubungi nomor hp langsung selain tingkat keamanan websitenya juga rendah. Ketika lapor via twitter balesan dari @OLXID_Care adalah Utamakan tatap muka (COD) dalam transaksi jual beli sehingga nyaman dan aman bagi kedua pihak. Tidak solutif sama sekali dan jelas tidak menjawab keluhan user!

Ternyata bahaya juga nih, jual beli di OLX, rawan banget penipuan. Apalagi dengan modus seperti ini. Modus ecash mandiri ini membuat seperti penipu sudah transfer ke kita padahal dia malah tarik tunai uang yang kita transfer ke nomor ecash si penipu. Dan dari dua pengalaman ini, kedua penipu menganjurkan kita ke atm untuk transfer untuk menimbulkan kepanikan kalau orang belakang keliahatannya sudah tidak sabar antri. 

Adakah yang pernah mengalami juga? Boleh share ceritanya di comment ya :)

Happy shopping and selling (carefully), folks~

Barbuk 1 : Bukti transfer e-cash bodong, sejak kapan e-cash bukti transfernya seperti itu
Barbuk 2 : Katanya sih Manual Guide-nya pengguna e-cash haha

#inklocita #inklife



Hari 4 Jepang - Kyoto kala Hujan


Hari ini kita akan melanjutkan perjalanan ke Kyoto!!! Lain dengan ke Toyama, shinkansen ke Kyoto ini tidak perlu reserved. First come first served. Gerbong non-reserved ini ada 5 dengan kapasistas sekitar 100-an orang. Jadi tidak perlu takut kehabisan tempat. Untuk cek jadwal shinkansen lengkap sampai track nya kita pakai Navitime for iOS.

Karena Tokyo subway pass kita sudah expired, kita mulai bepergian dengan JR Pass. Kita naik shinkansen ke Kyoto sekitar jam 7:30, karena ini sudah kali kedua naik shinkansen jadi sepanjang jalan kita tidur.

Kita sampai di Kyoto sekitar pukul 10:30. Stasiunnya ramai, tapi tidak seramai di Kyoto. Entah kenapa, di Kyoto itu rasanya damai. Tenang. Kalo di Indonesia, ibarat Yogyakarta/ Bandung kali ya.

Kita disambut hujan lebat di Kyoto. Jadi kita memutuskan untuk makan dulu di Kyoto Station. Cari - cari yang murah, kita pilih makan kari; cara pesannya sama kayak di vending machine. Jangan takut, menunya ada yang bahasa Inggris kok jadi di mesinnya kita tinggal tekan angkanya.
Kyoto Bus
Selama perjalanan kita di Kyoto, kita pakai Kyoto Bus Pass, kenapa bus, karena tempat wisatanya Kyoto ini lebih mudah dijangkau dengan bus, stasiunnya hanya mencakup tengah kota, sedangkan objek wisata Kyoto ini cukup dari ujung ke ujung. Belinya mudah kok, di tengah stasiun, ada tourist center, cukup bilang mau beli Kyoto All day pass, harganya ¥500 sehari dan bisa dipakai berkali - kali dalam sehari. Tiketnya ini berlaku sehari, kalau kita mau beli untuk 2 hari, akan dikasih 2 tiket.

Ada yang baru sadar kalau harga nintendo switch di Jepang itu murah banget, jadi kita berusaha kunjungi Bic Camera atau Yodobashi yang terlewati. Daan di Bic Camera dekat Kyoto Station habis. Karena bawaan sudah berat banget jadi kita mau cepat - cepat taro tas di airbnb kita di Nishikyogoku, untuk ke area ini cukup naik bis nomor 28 di halte D dan turun di halte Minami-hiromachi. Perjalanan ke airbnb makan waktu sekitar 30 menit. Setelah dapat pengarahan dari host kita Masanobu, yang sempet keki karena ada yang masuk pakai sepatu, akhirnya kita berangkat ke pemberhentian pertama Arashiyama.

Kita turun di halte Saga Arashiyama. Sayangnya kali itu Kyoto lagi diguyur hujan seharian. Termasuk pas kita jalan jalan. Di sepanjang jalan ke Arashiyama itu penuh banget toko - toko, mulai dari toko oleh - oleh sampai restoran.

Liat - liat ke instagram orang, Tenryu-ji itu lagi bagus banget, ingat kalau yang akhirannya ji itu bayar, kita numpang lewat aja. Sepanjang jalan, banyak banget yang pake kimono dan bahkan naik yang semacam becak tapi yang narik orang.
Tenryu Ji

Arashiyama bamboo forest ini masuknya gratis, sesuai namanya isinya memang hutan - hutan bambu. Bambunya rapat dan rapih makanya kelihatan photogenic. Karena lagi hujan, foto - foto kita terhambat, ribet pegang kamera dan pegang payung.
Bamboo Forest
Dan yang kata orang Indonesia enak banget itu adalah %Arabica Kyoto Arashiyama. Yang antrinya cukup panjang, sekitar 30 menit. Khas Jepang banget, tokonya super kecil dan antri. Kita pesan 1 cup reguler ¥500. Yang asik adalah nongkrong di pinggir Katsura River sambil ngobrol keren. Entah kenapa rasanya biasa aja, enakan Kopi Tuku di Cipete.

Berikutnya kita mau ke Nishiki Street, pusat perbelanjaan di Kyoto. Lihat di jadwal bus, bus ke kota itu ada di jam 15:00 dan berikutnya lagi di jam 15:40 makanya kita cepat - cepat ke Halte di seberang jembatan dan alhamdulillah bus terkejar.

Alhamdulillah nemu snore stopper yang diidam-idamkan Bunda. Pencarian panjang terhenti sampai Tokyu Hands. Buat yang belum sempat ke Pokemon Center di Tokyo, ada juga kok di Takashimaya Kyoto. Di Jepang banyak banget toko yang jugal barang barang gemes, yang sekali masuk, rasanya pingin ngeborong. Salah satunya Loft. Ada Disney Store juga. Setiap belanja diatas ¥5000, kita bisa refund tax-nya, semacam GST refund kalau di Singapur. Jangan lupa untuk refund harus di hari yang sama, kasih lihat kartu kredit kalau bayar pakai kartu kredit dan harus kasih lihat paspor.

Sembari keliling keliling, kita sambil liat - liat restoran, yang keliatannya enak di lidah dan kantong. Akhirnya menemukan Miyako, restoran soba, makannya sambil berdiri. Pesannya langsung ke kokinya, tinggal tunjuk ada menu bahasa Inggris. Yang bikin kita tambah sreg, ada orang Surabaya yang ngomong, "Enak banget ini kayak indomie!" Beneran enak dan harganya lumayan murah, ¥720 untuk 2 mangkok soba. Minumnya ocha, gratis dan bisa refill juga.

Berhubung toko - toko di Kyoto juga tutup jam 20:00 kita mengakhiri malam di Kyoto dan kembali ke airbnb. Setiap pulang kita selalu mampir ke supermarket Seria dan buat yang mau beli oleh - oleh kayak Kitkat greentea, mending beli di supermarket karena jauh lebih murah.


Tips naik Bus di Kyoto
  1. Google Maps halte terdekatmu dan halte tujuanmu.
  2. Di Arukumachi Bus Timetable masukan halte posisimu dan halte tujuan.
  3. Cocokan jam supaya kamu bisa naik bus yang sesuai. 
Baca cerita lengkap liburan kita di Jepang !!!

#inklocita #inkwent #japan

\Caraka



Akhirnya nemu distressed-jeans yang tetap shar'i. Yang bolong bolong biar keren kayak anak band, tapi tetap menutup aurat. Hal yang bikin males kadang pakai overall adalah kalo pingin pipis karena harus buka sampe bawah banget. Ditambah kalau pipisnya di toilet umum, tapi anything for looking good, right?

Kenapa \Caraka? 

Caraka itu bahasa sanksekerta dari pengembara karena kita lagi berusaha mengembangkan karir jadi full time traveller.











Foto diambil di Taman Mini Indonesia Indah
.

Jilbab: Pasar Anyar. Kaos: DC StoreOuter: Escrava 
Overall: RubyliciousSepatu: Adidas Stan Smith
Kaos Kaki: H&M. Tas: Vintage Diva

#inklocita #inkstyle #jakarta

Easy Money #2 : Sell at Carousell


Berhubung aku udah diprotes terus nih karena bagian baju aku udah berlebihan dan menginvasi sisi lain, aku rasa sekarang adalah saat yang tepat untuk mengosongkan isi lemari lagi. Lagi? Iya, lagi. Sekarang aku mau coba jual di Carousell.

Baca pengalamanku jual barang preloved di Tinkerlust !!!
Langkah-langkah untuk handover barang kita mudah banget bisa disambi ngerjain report di kantor atau pas memecah kemacetan Jakarta. Aku daftar jadi seller sambil sarapan.
  1. Klik sign up
  2. Isi data diri selengkap mungkin
  3. Klik + (Sell) pilih gambar dari barang yang ingin dijual, dilengkapi dengan Category (aku isi Preloved Women Fashion), Item (deskripsi barang yang akan dijual), Price, dan Delivery (aku  pilih Mailing or Delivery)
  4. Sit back and relax and wait for your cash
Mudah saja kan. Tapi diantara Carousell dan Tinkerlust mana yaa yang lebih menjanjikan?

Menurutku nih tentang poin plusnya jualan di Carousell dibandingkan dengan Tinkerlust
  • Foto kalau di Carousell kita harus foto barang kita sendiri, jadi menarik atau tidaknya bergantung sama skill fotomu. Foto beberapa shot aja keringetan juga loh. Karena di Tinkerlust barang kita kirim langsung, urusan foto akan dilakukan oleh Tinkerlust.
  • Interaksi Tinkerlust akan langsung kirim barangnya ke pembeli, kalau di Carousell kita akan bisa di-chat oleh peminat, bisa di-like, dan bisa gabung ke group (jadi jualnya juga bisa via group ini). Jadi berinteraksi langsung dengan pembeli sampai dengan pengiriman. 
Untuk mendapatkan foto ini niat banget pagi-pagi pergi ke lapangan tenis komplek
Pengalaman pribadi: Jual ada 1 pembeli nih, dia minat. Chat via Carousell malem-malem. Aku bales paginya. Dia minta dikirim 1 hari langsung sampai, minta pakai gojek. Ok yaudah. Minta dikirim hari itu juga, gajadi. Minta dikirim besoknya, tapi dia jadinya beli 2 item dan ditawar, oke gpp. Di hari mau dikirim, dia chat lagi via Carousell aku minta ditransfer kan, tapi udah lebih dari setengah jam ga ada kabar, aku kebetulan mau pergi juga kondangan. Aku ultimatum kalau dalam 15 menit lagi ga balas, ga jadi ya sis. Akhirnya 20 menit kemudian dia baru bales, transfer uangnya. Wah aku udah berangkat. Akhirnya dia setuju untuk kirim besoknya lagi. Tapi ternyata bukti transfer yang dia kirim itu kayaknya aneh, uangnya ditransfer udah 2 hari masa ga masuk masuk. Jadi semua itemku masih on the market! Huft~ Cari uang emang tidak mudah ya. 
  • Pembayaran di Carousell kita bisa langsung terima pembayaran dari pembeli yang bisa Cash-on-Delivery (COD) atau transfer atau kalau mau dari Tokopedia (ada fitur cicilan dengan kartu kredit 0% sd 12 bulan disini loh) juga bisa. Sedangkan kalau di Tinkerlust, setelah kita cek barang kita sudah sold, hasil pembelian setelah dikurangi biaya jasa akan dikirimkan ke rekening kita. FYI kalau di Tinkerlust baiknya pakai rekening BCA saja, soalnya kalau rekening bank lainnya, mereka masih agak bermasalah
Ternyata laman-ku difeature sama Carousell, yeeeay! Thank you, Carousell :)

Jadi kalian pilih yang mana? Carousell atau Tinkerlust? Saranku sih buat yang males foto - foto dan interiaksi sama pembeli bisa pakai Tinkerlust.



Tetap hati - hati ya ketika jual beli di Carousell, baiknya sih kalau bisa tukeran nomer HP jadi bisa japri dan pastikan pembayaran sudah diterima sebelum item kita kirim ke buyer.

Happy shopping and selling, folks~

Jangan cuma mampir tapi belanja juga di Carousell-ku ya